Balitbang LHK Aek Nauli

Alih Teknologi Arang Terpadu P3HH kepada Masyarakat

Alih Teknologi Arang Terpadu asap cairHasil-hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh institusi riset, sudah selayaknya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, apalagi ketika hasil-hasil dari penelitian tersebut dapat memberikan nilai tambah dan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat. Salah satu cara menyebarluaskan hasil-hasil penelitian oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) adalah melalui kegiatan Alih Teknologi Arang Terpadu yang dilaksanakan di Desa Buluh Naman, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (3/5/2018). Pada kesempatan ini, Tim Data dan Informasi BP2LHK Aek Nauli ikut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut.

Paket IPTEK Arang Terpadu merupakan paket IPTEK yang terdiri dari 3 buah teknologi yaitu teknologi pembuatan arang, pembuatan asap cair (cuka kayu/wood vinegar), dan pembuatan arang kompos bioaktif (arkoba). Alat yang digunakan dalam pembuatan arang dan asap cair berupa tungku drum ganda yang dilengkapi dengan pipa pendingin asap yang terbuat dari baja tahan karat. Alat ini merupakan hasil penelitian dari para peneliti P3HH. Sedangkan arkoba dibuat dari bahan organik pembuat kompos seperti daun-daunan, jerami dan limbah sayuran yang ditambahkan arang yang telah dihaluskan dan aktivator (ragi).

kapus litbang hasil hutanKepala P3HH, Dr. Ir. Dwi Sudharto, M.Si dalam sambutannya menyatakan bahwa paket IPTEK Arang Terpadu merupakan teknologi yang murah dan sederhana. Bahan baku yang digunakan berasal dari bahan-bahan organik seperti limbah kayu, sekam, batok kelapa, daun-daunan dan lain-lain.

Lebih lanjut Dwi menambahkan bahwa penggunaan arang dan asap cair sejalan dengan gaya hidup masyarakat sekarang yang mulai beralih ke pola hidup sehat dengan memanfaatkan bahan organik dan alami. “Mari kita kurangi membeli pupuk dan pestisida alami, kita buat sendiri pupuk dan pestisida yang alami” ujar Dwi.

alih teknologi p3hhPada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karo yang diwakili oleh Kepala Bidang mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran P3HH atas program aplikasi Iptek arang terpadu untuk masyarakat di Kabupaten Karo. “Jumlah desa kita ada sebanyak 259, kami harapkan ke depan kegiatan ini dapat dilaksanakan di desa-desa yang lain” tambahnya.

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini adalah Dra. Gusmailina, M.Si dan Dra. Sri Komarayati, peneliti P3HH. Gusmailina menjelaskan berbagai manfaat arang dan asap cair bagi bidang pertanian dan peternakan. “Pada bidang peternakan, kita bisa aplikasikan arang pada alas kandang. Arang akan berperan sebagai penyerap bibit-bibit penyakit. Kuman dan bakteri yang berasal dari kotoran hewan akan diserap dan disimpan oleh arang. Itulah keistimewaan pengaplikasian arang” kata Gusmailina.

praktek pengolahan arang cairAsap cair dapat diaplikasikan pada bidang peternakan dengan menambahkan sedikit asap cair pada pakan dan air minum ternak. “Penambahan asap cair pada pakan unggas dapat memperkuat cangkang telur” lanjut Gusmailina.

Pada kesempatan ini juga P3HH menyerahkan alat pembuat arang terpadu sebanyak 1 unit kepada warga Desa Buluhnaman. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala P3HH.  Selain materi, masyarakat juga diajak untuk praktek langsung pembuatan arang, asap cair dan arang kompos bioaktif.

Kegiatan Alih Teknologi IPTEK Arang Terpadu selama 1 hari ini dihadiri juga oleh perwakilan dari Desa Munte, Desa Singa dan Desa Sugihen. Pada kesempatan ini, mereka menyampaikan pengalaman dan testimoni dalam pembuatan dan pengaplikasian asap cair bagi manusia dan tumbuhan. Kegiatan alih teknologi ini merupakan kegiatan kali kelima P3HH melaksanakannya di Kabupaten Karo. Sebelumnya pada tahun 2016 kegiatan serupa telah dilaksanakan di 3 desa  yaitu Desa Siosar Kecamatan Merek, Desa Sugihen Kecamatan Juhar dan Desa Munte Kecamatan Munte. Pada tahun 2017 dilaksanakan di Desa Singa Kecamatan Tigapanah. **Hrs

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *