Balitbang LHK Aek Nauli

104 Tahun Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi

Tanggal 16 Mei merupakan hari yang bersejarah bagi Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), karena tepat pada tanggal ini 104 tahun yang lalu merupakan tonggak awal berdirinya lembaga penelitian ini. Dalam rangka memperingati hari jadi BLI tersebut, bertempat di kantor Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli dilaksanakan kegiatan apel pagi dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng serta berdoa bersama yang dilanjutkan dengan makan bersama seluruh pegawai BP2LHK Aek Nauli. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si. Dalam sambutannya Pratiara mengatakan bahwa setiap pegawai yang berada di bawah naungan BLI, harus berupaya untuk menerapkan kinerja maksimal demi BLI yang lebih baik ke depannya.

Penelitian Kehutanan di Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Keberadaan Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (BLI) dimulai dengan sebutan Bosbouw Proef Station Voor Het Boswezen yang didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1913. Pada tahun 1929 nama tersebut diganti menjadi Bosbouw Proefstation yang kemudian menjadi lembaga penelitian yang terpercaya. Jurnal TECTONA yang diterbitkan saat itu menjadi jurnal ilmiah kelas dunia yang mempublikasikan penemuan penelitian di hutan tropis.

Pada tahun 1943, di bawah pemerintahan Jepang, Bosbouw Proefstation berubah menjadi Ringyoo Sinkenzyoo. Pada masa perang kemerdekaan tersebut, penelitian tidak menjadi prioritas, sehingga lembaga penelitian kehutanan saat itu terbengkalai. Tidak adanya kegiatan penelitian saat itu berlanjut hingga periode kemerdekaan dengan didirikannya Balai Penyidikan Kehutanan tahun 1945.

Pada saat itu, kegiatan penelitian dilakukan pada dua lembaga, Balai Penyelidikan Kehutanan di Surakarta (Jawa Tengah) dan Balai Penyelidikan Kehutanan di Bogor (Jawa Barat). Pada tahun 1950, kedua lembaga tersebut bersatu menjadi Balai Penyelidikan Kehutanan di Bogor. Setelah itu Balai Penyelidikan Kehutanan berubah nama dan struktur organisasinya beberapa kali sampai pendirian Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan pada tahun 1984 di bawah Kementerian Kehutanan.

Pada tahun 2015, seiring dengan dileburnya Kementerian Kehutanan dengan Kementerian Lingkungan Hidup menjadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Lembaga Penelitian ini pun ikut bertransformasi menjadi Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi.

Semoga dengan semakin bertambahnya usia lembaga penelitian ini, hasil-hasil penelitian yang dihasilkan diharapkan dapat semakin matang, berguna dan bermanfaat bagi negara dan masyarakat.

Foto-foto:

Tumpeng dari BP2LHK Aek Nauli untuk BLI diiringi dengan doa dan harapan semoga kedepan menjadi lebih baik

Pemotongan tumpeng oleh Kepala Balai, Pratiara, S.Hut, M.Si (kanan) dan Peneliti Utama BP2LHK Aek Nauli, Wanda Kuswanda, S.Hut, M.Sc (kiri)

acara makan bersama seluruh pegawai BP2LHK Aek Nauli

***

Artikel dan Foto: Novrianty Nainggolan & Alharis Muslim

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *