Empat Ekor Gajah Tiba di Aek Nauli

Dalam rangka menunjang destinasi wisata nasional Danau Toba yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara bekerja sama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli dan Vesswic mengembangkan ekowisata gajah Aek Nauli. Pengembangan ekowisata gajah Aek Nauli bertujuan sebagai wisata edukasi dan konservasi gajah di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli. Pratiara, S.Hut., M.Si selaku Kepala BP2LHK Aek Nauli menyampaikan bahwa pada edutainment gajah ini akan dipertontonkan attraksi dimana gajah memainkan peran. “Ini merupakan destinasi baru di kawasan KHDTK Aek Nauli,” kata Pratiara. Continue reading

Peringati Hari Pahlawan dengan Menanam Pohon

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli memperingati Hari Pahlawan 10 November dengan melaksanakan apel pagi (10/11/2017). Apel pagi ini dilaksanakan pada lokasi penanaman pohon di kawasan Arboretum BP2LHK Aek Nauli yang diikuti oleh seluruh pegawai. Continue reading

Sekilas Tentang Getah Kopal

Foto By Wibowo Djatmiko (Wie146) (Own work) [GFDL (http://www.gnu.org/copyleft/fdl.html) or CC BY-SA 3.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0)], via Wikimedia CommonsKopal adalah hasil olahan getah (resin) yang disadap dari batang damar (Agathis dammara [sin. A. alba] dan beberapa Agathis lainnya) serta batang dari batang pohon anggota suku Burseraceae (Bursera, Protium). Kopal merupakan bahan dasar bagi cairan pelapis kertas supaya tinta tidak menyebar. Bahan ini juga dipakai sebagai campuran lak dan vernis. Agathis dammara menghasilkan kopal yang dikenal sebagai “Manila copal”. A. australis menghasilkan “Kauri copal”. Getah kopal digunakan untuk berbagai industri seperti cat, vernis, lak merah, tinta, bahan sizing, bahan pelapis untuk tekstil, bahan kosmetik, dan bahan perekat.

Continue reading

Sekilas Tentang Kemenyan

Kemenyan merupakan produk hasil hutan non kayu yang identik dengan Provinsi Sumatera Utara, karena memang produksi terbesar kemenyan di Indonesia dihasilkan dari provinsi ini. Kemenyan adalah sejenis getah yang dihasilkan dari tumbuhan Styrax spp. Di Sumatera Utara, Styrax spp. termasuk tanaman andalan yang cukup potensial untuk dikembangkan. Kemenyan memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena berbagai manfaatnya, antara lain sebagai bahan baku kosmetika dan bahan pengikat parfum agar keharumannya tidak cepat hilang, bahan baku rokok, bahan pengawet, dan bahan baku farmasi/obat-obatan serta sebagai bahan campuran dalam pembuatan keramik agar lebih kuat dan tidak mudah pecah. Bahkan di negara-negara Eropa, kemenyan digunakan sebagai bahan campuran pada pemanas ruangan. Negara-negara tujuan ekspor kemenyan saat ini antara lain India, Singapura, Hongkong, dan Malaysia. Manfaat tanaman kemenyan selain sebagai penghasil getah bernilai tinggi, juga dapat dikembangkan sebagai tanaman reboisasi, penghara pabrik pulp, rehabilitasi lahan, sekat bakar, dan pohon ornamen.

Continue reading

Kemah Pramuka Taman Siswa Pematangsiantar di BP2LHK Aek Nauli

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli pada hari Jumat  (06/10/2017) mendapatkan kunjungan dari Gugus Depan Pramuka 007008 Taman Siswa Pematangsiantar. Ramadan Purba selaku Pembina Gugus Depan Pramuka ini menyatakan tujuan kegiatan ini adalah persiapan perkemahan  menghadapi Kemah Budi Pekerti Taman Siswa Yang Ke-3 se-Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau yang akan dilaksanakan bulan Desember 2017 di BP2LHK Aek Nauli. Kegiatan ini juga merupakan training center untuk persiapan kemah budi pekerti di bulan Desember dan Gugus Depan Pramuka 007008 Taman Siswa Pematangsiantar menjadi tuan rumahnya.

Continue reading